CIRI-CIRI LELAKI IDAMAN
Lelaki Tulen
Tahu hakikat yang dia dijadikan sebagai lelaki dan dari itu bersifat sebagai lelaki dan tidak bertingkah laku hingga terkeluar dari kategori lelaki.
Lelaki yang Berharga
Lelaki yang tidak cemburu buta kerana lelaki yang cemburu itu lemah dan cemburu itu melambangkan bahawa dirinya tidak berharga.
Lelaki yang Teguh Jiwa
Tidak mudah mengalirkan air mata. Bila lelaki menangis, maka harga dirinya hilang kerana air mata adalah perhiasan hati wanita.
Lelaki yang Sederhana
Tidak meninggi diri dan tidak pula terlalu merendah diri.
Lelaki yang Cantik
Wanita menganggap kecantikan lelaki berada pada perangainya dan kebersihan hatinya.
Lelaki yang Punya Pendirian
Lelaki yang berpegang teguh pada kata-katanya dan menunaikan janji bila berjanji.
Lelaki yang Kemas Bersih
Menjaga kebersihan serta berdandan tetapi tidak secara berlebihan. Pakaiannya kemas dan tidak nampak canggung.
Lelaki yang Cerdik
Cepat faham apa yang dikehendaki oleh wanita tanpa perlu disebutkan.
Lelaki yang Cekap
Segera memberikan kepada wanita apa yang dihajati tanpa perlu diminta terlebih dahulu.
Lelaki yang Bijak
Tidak suka bercerita tentang kelebihan atau ketampanan dirinya.
Lelaki yang Tabah
Tidak mudah hilang akal bila menghadapi masalah dan tidak bingung atau kalut bila menghadapi suasana menekan, kesuntukan masa, atau cemas.
Lelaki yang Berwawasan
Tidak melakukan sesuatu tanpa merancang. Objketif dan cekal dalam mengejar cita-citanya. Masa digunakan untuk perkara yang produktif.
Lelaki yang Baik
Tidak suka hidup berfoya. Taat kepada suruhan agama. Tidak berjudi, berzina atau minum arak.
Lelaki yang Sopan
Tahu menghormati orang tua serta pandai mengambil hati.
Lelaki yang Mengasihi
Walaupun mungkin dia tidak menyatakan kasihnya pada wanita itu. Suatu masa, wanita berharap lelaki ini akan meluahkan perasaan kasihnya itu.
Lelaki yang Ceria
Boleh berjenaka dan berkongsi cerita. Tidak selalu sugul dan berkerut-kerut dahinya.
“BARANG SESIAPA YANG MENEMUI LELAKI YANG MEMILIKI CIRI-CIRI SEBAGAIMANA YANG TERTERA DI ATAS, ALU-ALUKAN KEHADIRANNYA UNTUK MENGISI KEKOSONGAN HATI ANDA”.
Saturday, September 26, 2009
Thursday, September 24, 2009
tangisan wanita
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa ibu menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Allah berfirman:
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."
"Kau tahu, kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir
rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya.. Tempat dimana cinta itu ada."
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Allah berfirman:
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan dan ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."
"Kau tahu, kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir
rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya.. Tempat dimana cinta itu ada."
Subscribe to:
Comments (Atom)